KH. Amin Syamsuri: Jangan Menjadi Muslim Yang Bangkrut di Akhirat

KH. Amin Syamsuri: Jangan Menjadi Muslim Yang Bangkrut di Akhirat

Kamis, 16 Mei 2019, Mei 16, 2019

Musholla RAPI sukses menggelar acara pra Ramadhan beberapa waktu lalu dengan Pekan Ruwahan. Acara yang dimulai sejak malam Nisfu Sya’ban 20 April hingga 27 April 2019 tersebut berjalan dengan sukses. Acara dimulai dengan Doa Nisfu Sya’ban yang dipimpin oleh Imam Musholla RAPI Kyai Mufid dan dilanjutkan dengan khataman qur’an oleh para hafidz Bae Krajan dan Pengajian ibu-ibu yang dihadiri oleh Nyai Hajjah Masidah pada Ahad 21 April 2019.

Puncak acara adalah pengajian umum pada malam Ahad 27 April 2019. Acara diawali dengan gelaran Rebana oleh Tim Hadroh Nurun Najma Musholla RAPI dan dilanjutkan dngan Tahlil umum yang dipimpin oleh Ust. Siddiq. Acara tersebut menghadirkan KH. Amin Syamsuri sebagai penceramah. Beliau adalah santri Romo KH. Asrori Al Ishaqi yang juga aktif di Majelis Al Khidmah Kabupaten Kudus.

Dalam mauidhoh hasanah yang beliau sampaikan, beliau mewant—wanti agar jamaah Musholla RAPI tidak ikut gegeran pasca dilangsungkannya pesta demokrasi di Indonesia. Beliau menyebutkan hadist nabi tentang muslim yang bangkrut di akhirat nanti.

“Nanti di akhirat akan ada muslim yang bangkrut. Siapa dia? Apakah yang rugi karena perniagaan? Bukan. Muslim yang bangkrut adalah muslim yang membawa pahala sholat, pahala puasa, pahala ibadah tetapi selain itu ia membawa dosa kepada sesama.”, terang beliau.

“Ketika datang orang-orang yang pernah diejeknya, pernah disakitinya, maka pahala-pahala itu diberikan ke orang-orang yang pernah disakitinya. Ketika pahalanya habis, masih datang juga orang-orang yang pernah didholiminya, maka dosa orang yang didholimi tersebut ditimpakan kepadanya. Apa yang seperti ini tidak bangkrut namanya? Padahal ia sudah ibadah tekun selama hidup di dunianya, tetapi pahala habis untuk bayar dosa-dosanya”, lanjut beliau.

Beliau mengkritisi banyaknya pertikaian, saling ejek, dan banyaknya fitnah dalam tahun-tahun politik ini. Beliau pun menyampaikan agar jamaah tidak usah ikut-ikutan. “Lebih baik berdzikir, apalagi memasuki bulan ramadhan, mulut, hati, dan pikiran sebaiknya digunakan untuk berdzikir mengingat Allah”, ujar beliau.

Beliau mengingatkan bahwa nabi Muhammad pernah mengaminkan doa malaikat Jibril yang menyebutkan beberapa jenis orang yang tidak mendapatkan maghfiroh di Bulan Ramadhan yaitu orang-orang yang suka caci maki, bertikai dan belum atau tidak meminta maaf.

Beliau juga memberikan tips, bagaimana jika kita terlanjur mendzolimi, menyakiti orang lain namun kita tidak tahu atau mau meminta maaf tetapi tidak bisa bertemu dengan yang kita pernah sakiti. “Ada tips dari Ulama Tariqoh Syaikh Abdul Wahab asy Sya’roni”, papar beliau.

“Sempatkan, mumpung Ramadhan, baca surat Al Ikhlas 12 kali, baca Al Falaq 1 kali, baca An Naas 1 kali. Setelah itu berdoalah kepada Allah agar pahala bacaan qur’an tadi dikirim ke orang-orang yang pernah kita dholimi.”


Download rekaman ceramah beliau di sini

TerPopuler